Dear all,
Berikut sedikit pengetahuan New Epson L Series yang mungkin bisa memperkaya pengetahuan rekan-rekan. Bagi yang mengikuti terus fanpage Epson L100 untuk Indonesia, pasti sudah pernah baca materi ini, namun di sini kami tambahkan beberapa keterangan lain.
Berikut sedikit pengetahuan New Epson L Series yang mungkin bisa memperkaya pengetahuan rekan-rekan. Bagi yang mengikuti terus fanpage Epson L100 untuk Indonesia, pasti sudah pernah baca materi ini, namun di sini kami tambahkan beberapa keterangan lain.
PPM. Apa itu?
PPM adalah satuan yang digunakan oleh mayoritas produsen printer untuk menunjukkan kecepatan cetak sebuah printer. PPM merupakan singkatan dari Page per Minute, artinya jumlah lembar yang bisa dihasilkan oleh sebuah printer dalam waktu satu menit. Jika sebuah printer memiliki kecepatan cetak 27 PPM, artinya dalam satu menit, printer tersebut dapat mencetak 27 lembar.
PPM adalah satuan yang digunakan oleh mayoritas produsen printer untuk menunjukkan kecepatan cetak sebuah printer. PPM merupakan singkatan dari Page per Minute, artinya jumlah lembar yang bisa dihasilkan oleh sebuah printer dalam waktu satu menit. Jika sebuah printer memiliki kecepatan cetak 27 PPM, artinya dalam satu menit, printer tersebut dapat mencetak 27 lembar.
Dokumen seperti apa yang digunakan
dalam metode PPM ini? Dokumen yang digunakan adalah dokumen memo teks
menggunakan kecepatan cetak tercepat (draft) yang bisa dihasilkan oleh suatu
printer.
PPM mungkin tidak sepenuhnya bisa
dijadikan acuan kecepatan cetak yang bisa dihasilkan oleh pengguna, karena
umumnya pengguna tidak hanya mencetak memo teks atau dokumen word, tapi juga
ada excel, powerpoint, pdf, bahkan gambar. Jadi, kecepatannya akan bervariasi
tergantung jenis dan isi dokumen yang dicetak. Namun demikian, satuan PPM ini
bisa digunakan untuk membandingkan kecepatan cetak satu printer dengan printer
lainnya dan untuk mengetahui KECEPATAN CETAK TERCEPAT sebuah printer.
Kata kunci untuk PPM >>
KECEPATAN CETAK TERCEPAT YANG BISA DIHASILKAN OLEH SEBUAH PRINTER
IPM
Mirip dengan PPM, standar IPM digunakan untuk mengukur kecepatan cetak sebuah printer. Pengukuran menggunakan standar IPM cukup kompleks karena kecepatan cetak diukur dari rata-rata hasil tes kecepatan cetak dokumen Word, Excel, dan PDF dengan kualitas cetak default (standard). Masing-masing dokumen diuji dengan prosedur khusus.
Dokumen yang digunakan adalah
dokumen standar ISO/IEC24734. Dokumen ini terdiri dari tiga set dokumen (Word,
Excel, dan PDF) di mana masing-masing set terdiri dari empat halaman.
Masing-masing halaman memiliki isi yang berbeda, ada teks dan gambar, gambar
saja, tabel excel, dan grafik.
Epson sebenarnya sudah menggunakan
standar IPM ini, namun tetap menggunakan satuan PPM, sementara HP (tidak
disebutkan dalam fanpage – red) menyebutkannya sebagai kecepatan cetak
sekualitas laser, tetapi tetap dengan satuan PPM. Jadi, di sejumlah printer
Epson dicantumkan kecepatan cetak draft dengan dokumen memo teks dan kecepatan
cetak default dengan dokumen ISO/IEC24734, namun keduanya disebutkan dengan
satuan PPM, karena pada dasarnya yang dilihat adalah jumlah lembar yang dicetak
per menit. Di New Epson L series, kita mulai menggunakan istilah IPM, selain
untuk membedakan dengan PPM, juga karena dengan IPM inilah New L series bisa dibedakan
dengan L100/L200.
Kata kunci IPM >> KECEPATAN
CETAK DENGAN KUALITAS DEFAULT PRINTER ATAU KUALITAS STANDAR
Pengujian IPM ini menggunakan 3 set
dokumen berbeda (word, excel, pdf). Kalau hanya mencetak dengan Word saja,
tentunya akan lebih cepat. Kira-kira perbandingan antara Word : Excel : PDF =
1.5 : 1 : 1.2
Apakah kita bisa mengkonversi satuan PPM ke IPM atau sebaliknya?
Berdasarkan hasil pengujian kami, kita tidak bisa mengatakan 1 IPM setara dengan sekian PPM karena setiap merek printer berbeda hasilnya. Kami ingin memberikan contoh. Epson L210 memiliki spesifikasi cetak draft 27 PPM, sementara dengan standar ISO/IEC24734 (kualitas default/standar) didapatkan sekitar 6 IPM lebih. Printer merek A dengan 29 PPM menghasilkan sekitar 6 IPM, sementara printer B yang hanya menggunakan standar IPM dengan kecepatan 8,6 IPM setelah kami uji hanya menghasilkan 18 PPM untuk kecepatan cetak tercepatnya.
Kesimpulannya, kita tidak bisa
mengatakan sekian IPM sama dengan sekian PPM, karena standar pengujiannya berbeda
dan antar merek printer juga hasilnya berbeda.
NEW EPSON L SERIES: 3X LEBIH CEPAT
Printer New Epson L series terdiri dari dua varian, yakni Epson L110/L210 dan Epson L300/L350. Epson L110/L210 lebih cepat 2x dibandingkan pendahulunya, Epson L100/L200, sementara Epson L300/L350 lebih cepat 3x dibandingkan Epson L100/L200.
Kecepatan cetak hingga 3x lebih
cepat ini diperoleh dari kualitas cetak default/standard dengan dokumen standar
IPM (ISO/IEC24734).
Berikut adalah perbandingan
kecepatan cetaknya untuk kualitas cetak default/standard:
Black: 3,0 ipm (L100/L200), 6,0 ipm (L110/L210), 9,0 ipm (L300/L350)
Colour: 1,6 ipm (L100/L200), 3,0 ipm (L110/L210), 4,5 ipm (L300/L350).
Black: 3,0 ipm (L100/L200), 6,0 ipm (L110/L210), 9,0 ipm (L300/L350)
Colour: 1,6 ipm (L100/L200), 3,0 ipm (L110/L210), 4,5 ipm (L300/L350).
Untuk kecepatan cetak tercepatnya
(draft), L110/L210 tidak ada perbedaan dengan L100/L200, yakni 27 ppm (black)
dan 15 ppm (colour), sementara L300/L350 33 ppm (black) dan 15 ppm (colour).
NEW EPSON L SERIES: CETAK FOTO LEBIH CEPAT
Tidak hanya cetak dokumen, cetak foto di printer New Epson L series juga lebih cepat hingga hampir 2 kalinya untuk kualitas cetak standar (default). Untuk foto 4R, L100/L200 membutuhkan waktu 125 detik (default) dan 66 detik (draft), namun L110/L210 dan L300/L350 hanya membutuhkan waktu 69 detik (default) dan 27 detik (draft). Keren kan?
NEW EPSON L SERIES: GARANSI LEBIH LAMA, PAKAI LEBIH NYAMAN
Garansi Epson L300/L350 lebih lama, yakni 1 tahun atau 30.000 lembar, sementara Epson L110/L210 garansinya sama seperti pendahulunya, Epson L100/L200, yakni 1 tahun atau 15.000 lembar (mana yang tercapai lebih dulu)
Kini, dengan New Epson L series,
Anda akan lebih nyaman dalam mencetak. Selamat tinggal infusan yang bikin
was-was karena tidak ada garansi resmi dari Epson.. smile emotikon
NEW EPSON L SERIES: INITIAL CHARGING LANGSUNG DARI PRINTER
Kalau Epson L series yang lama, setelah isi tinta untuk pertama kalinya, kita harus melakukan initial charging (mengisi selang-selang tinta dan print head dengan tinta) via komputer atau aplikasi, di New Epson L series Anda cukup menekan dan menahan tombol tinta/cancel/segitiga selama 5 detik, printer akan memulai initial charging dan akan siap digunakan setelah lebih kurang 20 menit. Isi ulang tinta juga seperti itu. Printer akan memberikan peringatan ketika kondisi tinta sudah akan habis. Kita dapat meneruskan mencetak dengan menekan sesaat tombol tinta, tetapi jika ingin mengisi ulang tinta dan mengembalikan counter tintanya menjadi penuh, Anda harus menekan dan menahan tombol tinta selama 5 detik.
Jadi, di New Epson L series, Anda
cukup memperhatikan level tinta yang ada di tangki tinta saja. Di New Epson L
series, Anda juga tidak perlu lagi memasukkan ID atau kode tinta. Lebih nyaman
buat Anda? smile emotikon Namun, pastikan Anda menggunakan tinta
asli Epson agar garansi tetap berlaku.
NEW EPSON L SERIES: STATUS SHEET
Jika L series sebelumnya, untuk mengetahui berapa lembar yang sudah dicetak harus melalui printer, di New Epson L series kini kita juga bisa melakukannya melalui komputer, cukup dengan melakukan print nozzle check. Hal lain yang berbeda adalah sekarang informasi jumlah lembar yang sudah dicetak lebih terperinci meliputi B/W pages, color pages, blank pages, dan total pages. Seri terdahulu hanya total pages-nya saja. Menarik bukan? smile emotikon
NEW EPSON L SERIES: JOB ARRANGER LITE
Aplikasi ini adalah aplikasi baru. Printer-printer Epson terbaru, seperti WorkForce Pro Series sudah memiliki fitur ini. Apa kegunaannya?
Job Arranger Lite berfungsi seperti
antrian kerjaan cetak (job print) sebelum printer mencetaknya. Contreng
"Job Arranger Lite" terlebih dahulu sebelum memanfaatkan fitur ini.
Setelah itu, silakan buka berbagai aplikasi yang datanya ingin Anda cetak, bisa
Word, Excel, Powerpoint, pdf, bahkan gambar sekalipun. Lalu, cetaklah
masing-masing data atau dokumen yang ada di aplikasi tersebut. Semua dokumen
yang dicetak itu akan masuk dulu ke aplikasi Job Arranger Lite.
Keunggulan dari Job Arranger Lite
adalah kita bisa menyusun ulang urutan halaman yang akan dicetak, bahkan, bisa
lintas jenis dokumen, misalnya halaman 1 - 4 seharusnya adalah dokumen Word,
kita bisa menyisipkan halaman keduanya dengan dokumen excel atau lainnya, cukup
dengan men-drag ke posisi yang kita inginkan.
Manfaat lain dari fitur ini adalah
jika kita ingin mencetak berbagai jenis dokumen dengan rangkap banyak, misalnya
untuk kebutuhan seminar, ada dokumen word dan powerpoint yang ingin kita
jadikan satu bundel, maka dengan fitur ini kita tinggal cetak dari fitur
tersebut mau berapa rangkap (copy), printer akan mencetak bersusun, mulai dari
word dilanjutkan dengan powerpoint, begitu seterusnya. Jadi memudahkan kan?
INFO TAMBAHAN
1. Antarmuka baru di driver (printing preferences) New Epson L series, lebih simpel. Silakan nanti dieksplorasi sendiri. Hal yang utama adalah paper type yang jenisnya lebih sedikit (tetapi umum, sudah mewakili berbagai jenis kertas) dan quality (sekarang hanya terlihat 4 pilihan: Draft, Standard, High, More Settings. More settings berupa slider yang bisa digeser dari draft sampai ke high. Di antara draft dan high itu ada beberapa level kualitas lagi selain standard).
2. 2-sided printing. Di antarmuka driver yang baru, terlihat jelas ada opsi 2-sided Printing. Mohon untuk tidak disalahartikan kalau New Epson L series bisa cetak duplex otomatis. Yang bisa dilakukan adalah cetak duplex secara manual dengan petunjuk posisi kertas ketika kita aktifkan fitur ini.
3. Fitur Power Cleaning sudah tidak dimasukkan lagi dalam head cleaning. Sekarang, Power Cleaning menunya terpisah dengan sebutan Power Ink Flushing. Berapa banyak tinta yang terbuang untuk Power Ink Flushing? Sebanyak tinta yang ada di selang tinta, karena power ink flushing mendorong dan membuang tinta yang ada di selang diganti dengan tinta baru.
1. Antarmuka baru di driver (printing preferences) New Epson L series, lebih simpel. Silakan nanti dieksplorasi sendiri. Hal yang utama adalah paper type yang jenisnya lebih sedikit (tetapi umum, sudah mewakili berbagai jenis kertas) dan quality (sekarang hanya terlihat 4 pilihan: Draft, Standard, High, More Settings. More settings berupa slider yang bisa digeser dari draft sampai ke high. Di antara draft dan high itu ada beberapa level kualitas lagi selain standard).
2. 2-sided printing. Di antarmuka driver yang baru, terlihat jelas ada opsi 2-sided Printing. Mohon untuk tidak disalahartikan kalau New Epson L series bisa cetak duplex otomatis. Yang bisa dilakukan adalah cetak duplex secara manual dengan petunjuk posisi kertas ketika kita aktifkan fitur ini.
3. Fitur Power Cleaning sudah tidak dimasukkan lagi dalam head cleaning. Sekarang, Power Cleaning menunya terpisah dengan sebutan Power Ink Flushing. Berapa banyak tinta yang terbuang untuk Power Ink Flushing? Sebanyak tinta yang ada di selang tinta, karena power ink flushing mendorong dan membuang tinta yang ada di selang diganti dengan tinta baru.
Jika ada yang ingin ditanyakan, dipersilakan. Team Presales dan TS akan siap membantu.. J Kalau ada info yang kurang tepat, mohon segera disampaikan.
Mohon maaf, untuk gambar-gambarnya tidak bisa kami attach di sini agar tidak memakan bandwidth. Silakan lihat langsung di fanpage Epson L100 untuk Indonesia.
Suka ·
No comments:
Write komentar